Selasa, 30 Januari 2018

Mengenal Rasul Rasul Kekasih Allah SWT



Allah SWT mengutus seorang rasul. Rasul diutus oleh Allah SWT untuk membimbing umat manusia agar berjalan dalam jalan atau arah yang benar. Keimanan seseorang itu tidak sah sampai ia mengimani semua Nabi dan Rasul Allah Swt. Dan membenarkan bahwa Allah Swt. Telah mengurus mereka untuk membimbing dan mengluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya kebenaran. Allah Swt. Juga mewajibkan setiap orang Islam supaya beriman kepada semua Rasul yang diutus oleh-Nya, Tanpa membeda-bedakan antara rasul yang satu dan yang lainnya.
 Diantara para Rasul itu, Ada yang diceritakan dalam Al-Quran dan ada pula yang tidak diceritakan. Adapun Rasul-Rasul yang diceritakan dalam Al-Quran berjumlah dua puluh lima orang. Pada setiap umat pasti ada Rasul sebagai teladan hidup yang harus diikuti ajarannya dan diteladani jejaknya.
Firman Allah Swt.:
[2:285] Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta'at." (Mereka berdo'a): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."
             Pada setiap umat, Allah pasti mengutus seorang Rasul. Rasul diutus oleh Allah Swt. Untuk membimbing umat manusia agar berjalan dalam rel yang benar. Yang sering terjadi adalah ketika masih ada Rasul, Mereka masih mengikuti ajarannya, Tetapi ketika Rasul tidak ada, Umat mulai menjauhi ajarannya. Bahkan, Ada yang mengaku dirinya sebagai Rasul.

A. Pengertian Iman Kepada Rasul-Rasul Allah Swt.
            Iman kepada Rasul berarti meyakini bahwa Rasul itu benar-benar utusan Allah Swt. Yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat.
1.) Nabi : Manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah Swt. Untuk dirinya sendiri dan tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pada umatnya.
2.) Rasul : Manusia pilihan Allah Swt. Yang diangkat sebagai utusan untuk menyampaikan firman-firman-Nya kepada umat.manusia agar dijadikan pedoman hidup.
            Mengimani Rasul-Rasul Allah Swt. Merupakan kewajiban hakiki bagi seorang muslim karena merupakan bagian dari rukun iman yang tidak dapat ditinggalkan. Sebagai perwujudan iman tersebut, Kita wajib menerima ajaran-ajaran yang dibawa oleh Rasul-Rasul Allah Swt. Tersebut. Perintah beriman kepada Rasul Allah terdapat dalam surah an-Nisa/4 : 136
 [4:136] Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

B. Sifat Rasul-Rasul Allah Swt
              Rasul sebagai utusan Allah Swt. Memiliki sifat-sifat yang melekat pada dirinya. Sifat-sifat ini sebagai bentuk kebenaran seorang Rasul. Sifat-sifat tersebut adalah sifat wajib, Sifat mustahil, Dan sifat jaiz.
1. Sifat Wajib
   Sifat wajib artinya sifat yang pasti ada pada Rasul. Tidak bisa disebut seorang Rasul jika tidak memiliki sifat-sifat ini. Sifat wajib ini ada 4, Yaitu sebagai berikut.
a. As-Siddiq
   As-siddiq, yaitu Rasul selalu benar. Apa yang dikatakan Nabi Ibrahim as. Kepada bapaknya adalah perkataan yang benar. Apa yang disembah oleh bapaknya adalah suatu yang tidak memberi manfaat dan memdarat, Jauhilah. Peristiwa ini di abadikan pada Q.S. Maryam/19 : 41, Sebagai berikut ini :
 [19:41] Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quraan) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan905 lagi seorang Nabi.
b. Al-Amanah
   Al-Amanah, Yaitu Rasul selalu dapat dipercaya. Di saat kaum Nabi Nuh as. Mendustakan apa yang dibawa oleh Nabi Nuh as. Lalu Allah Swt. Menegaskan bahwa Nuh as, Adalah orang yang terpercaya (amanah). Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S asy-syuara/26 106-107 sebagai berikut ;
[19:41] Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quraan) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan905 lagi seorang Nabi.
 [26:107] Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
c. At-Tablig
   At-Tablig, Yaitu Rasul selalu menyampaikan wahyu. Tidak ada satu pun ayat yang disembunyikan Nabi muhammad saw. Dan tidak disampaikan pada umatnya. Dalam sebuah riwayat.diceritakan bahwa Ali bin Abi Talib ditanya tentang wahyu yang tidak terdapat dalam Al-Quran, Ali pun menegaskan bahwa,
"Demi zat yang membelah biji dan melepas napas, Tiada yang disembunyikan kecuali pemahaman seseorang terhadap Al-Quran." Penjelasan ini terkait dengan Q.S. Al-maidah/5 : 67 berikut ini
 [5:67] Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia430. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
   Al-kisah, Sehabis kaum Quraisy membangun kabah bersama Rasulullah saw, Mereka berselisih dan bertengkar antara satu suku dan suku lainnya soal siapa yang berhak untuk meletakkan Hajar Aswad du tempatnya semula. Masing-masing merasa lebih berhak dari pada yang lain dan tidak ada yang mau mengalab. Kemudian, Mereka sepakat untuk mencari juru penengah. Mereka bersepakat siapa saja yang pertama kali muncul dijalan besar, Dialah juru penengahnya. Tiba-tiba mereka melihat ada seseorang yang muncul di jalan besar. Ternyata beliau adalah Rasulullah saw.

   "Telah datang wahai orang terpecaya al-amin," kata mereka. Kemudian, Mereka menceritakan apa yang jadi persoalan mereka selama ini . Maka, Rasulullah saw. Meletakkan Hajar Aswad di atas kain dan mengundang para pemimpin mereka untuk memegang ujung-ujung kain itu dan diangkat bersama-sama, Kemudian Rasulullah saw mengambil dan meletakkan Hajar Aswad ke semula. Sungguh jalan keluar dan penyelesaian yang sangat cerdas yang diperlihatkan Rasulullah saw. Di hadapan kelompok yang bertengkar. (Riwayat Imam dan Abu Ishaq).
d. Al-Fatanah
    Al-Fatanah, Yaitu rasul memiliki kecerdasan yang tinggi, Ketika terjadi perselisihan antara kelompok kalibah di Mekah, Setiap kelompok memaksakan kehendak untuk meletakkan Al-Hajar Al-Aswad (batu hitam) di atas kabah, Lalu Rasulullah saw. Menengahi dengan cara semua kelompok yang bersengketa agar memegang ujung dari kain itu. Kemudian, Nabi meletakkan batu itu ditengahnya, Dan mereka semua mengangkat hingga sampai di atas kabah. Sungguh cerdas Rasulullah saw
2. Sifat Mustahil
   Sifat mustahil adalah sifat yang tidak mungkin ada pada Rasul. Sifat mustahil ini lawan dari sifat wajib, Yaitu sebagai berikut.
a. Al-Kizzib
  Al-Kizzib, Yaitu mustahil rasul itu bohong atau dusta. Semua perkataan dan perbuatan Rasul tidak pernah berbohong atau dusta.
 [53:2] kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.
 [53:4] Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
b. Al-Khianah
   Al-Khianah, Yaitu mustahil Rasul itu khianat. Semua yang diamanatkan kepadanya pasti dilaksanakan.
c. Al-Kitman
   Al-Kitman, Yaitu mustahil Rasul menyembunyikan kebenaran. Setiap firman yang ia terima dari Allah Swt. Pasti ia sampaikan kepada umatnya.
 [6:50] Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"
d. Al-Baladah
  Al-Baladah, Yaitu mustahil Rasul itu bodoh, Meskipun Rasulullah saw. Tidak bisa membaca dan menulis (ummi) tetapi ia pandai.
 [7:199] Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

  Disamping Rasul memiliki sifat wajib dan juga lawannya, Yaitu sifat mustahil, Rasul juga memiliki sifat jaiz, Tentu saja sifat jaiz-Nya Rasul dengan dengan sifat jaiz-Nya Allah Swt. Sangat berbeda.
   Allah Swt. Berfirman :
 [23:33] Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia: "(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum.
    Selain tersebut diatas, Rasul juga memiliki sifat-sifat yang tidak terdapat padas selain Rasul, Yaitu sebagai berikut.
1. Ishmaturrasul adalah orang yang mashum, Terlindung dari dosa dan salah dalam kemampuan pemahaman agama, Ketaatan, Dan menyampaikan wahyu Allah Swt. Sehingga selalu siaga dalam menghadapi tantangan dan tugas apa pun.
2. Iltizamurrasul adalah orang-orang yang selalu komitmen dengan apa pun yang mereka ajarkan. Mereka bekerja dan berdakwah sesuai dengan arahan dan perintah Allah Swt. Meskipun untuk menjalankan perintah Allah Swt. Itu harus berhadapan dengan tantangan-tantangan yang berat baik dalam diri pribadinya maupun diri para musuhnya. Rasul tidak pernah sejengkal pun menghindar atau mundur dari perintah Allah Swt.

C. Tugas Rasul-Rasul Allah Swt.
   Para rasul dipilih oleh Allah Swt. Dengan mengemban tugas yang tidak ringan. Di antara tugas-tugas Rasul itu adalah sebagai berikut.
1. Menyampaikan risalah dari Allah Swt.
2. Mengajak kepada tauhid, Yaitu mengajak umatnya untuk mengesakan Allah Swt. Dan menjauhi perilaku musyrik (menyekutukan Allah).
3. Memberi kabar gembira kepada orang mumin dan memberi peringatan kepada orang kafir.
4. Menunjukan jalan yang lurus
5. Membersihkan dan menyucikan jiwa manusia serta mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah.
6. Sebagai hujjah bagi manusia.

D. Hikmah Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah Swt.
  Pentingnya orang Islam beriman kepada Rasul bukan tanpa alasan. Di samping karena diperintahkan oleh Allah Swt, Juga ada manfaat dari hikmah yang dapat diambil dari beriman kepada Rasul. Di antara manfaat dan hikmah kepada para Rasul adalah.
1. Makin sempurna imannya.
2. Terdorong untuk menjadikan contoh dalam hidupnya.
3. Terdorong untuk melakukan perilaku sosial yang baik.
4. Memiliki teladan dalam hidupnya.
 
    Firman Allah Swt :
 [33:21] Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
5. Mencintai para Rasul dengan cara mengikuti dan mengamalkan ajarannya.

Allah memilih manusia menjadi Rasul, Karena:
1.) Mudah berkomunikasi.
2.) Mudah diterima dalam menyampaikan wahyunya.
3.) Mudah dipahami.
4.) Mudah dihafalkan.
   Perilaku mulia yang dicerminkan oleh orang yang beriman kepada Rasul adalah seperti berikut.
1. Menjunjung tinggi risalah (ajaran Allah Swt. Yang disampaikan Rasul-Nya).
2. Melaksanakan seruannya untuk beribadah hanya kepada Allah Swt. Firman Allah Swt.:
 [4:36] Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh294, dan teman sejawat, ibnu sabil295 dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,
3. Giat dan rajin bekerja mencari rizki yqng halal, Sesuai dengan keahliannya. Orang-orang yang beriman kepada Rasul tidak akan menjadi orang-orang yang malas bekerja, Duduk berpangku tangan, Tidak mau berusaha sehingga hidupnya menjadi beban orang lain. Mereka menyadari bahwa memenuhi kebutuhan diri sendiri jauh lebih terhormat dari pada karena belaa kasihan dan pertolongan orang lain.
4. Selalu mengingat , Memahami, Dan perilaku sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.
5. Melakukan usaha-usaha agar kualitas hidupnya meningkat ke derajat yang lebih tinggi. Usaha-usaha itu, Misalnya seperti berikut.
a. Memelihara dan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt.
b. Memelihara dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani.
c. Meningkatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Misalnya, Ilmu pengetahuan tentang pertanian, Perikanan, Peternakan, Teknologi, Kedokteran, Perdagangan, Industri, Transportasi, Dan ekonomi. Ilmu-ilmu pengetahuan tersebut hendaknya digunakan sebagai bekal dalam beribadah dan usaha menyejahterakan umat manusia. Allah Swt. Berfirman :


 [58:11] Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
  
DAFTAR PUSTAKA

Ali al-Hasani an Nadwi, Syaikh Abul Hasan. 2001. Sirah Nabawiyah. Yogyakarta : Mardhiyah Press.
Rafael,Jodie. 2016. Materi Pembelajaran Tentang Rasul-Rasul Kekasih Allah SWT. http://evomuslim.co.id/2016/06/materi-pembelajaran-tentang-rasulrasul.html?m=1
Diakses pada 30 Januari 2018 Pukul 14.26



Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran agama XI MIPA 2 atas nama : 
1. Miranti Setyaningrum
2. Qoryroh 
3. Wara Anindyah
Share:

Senin, 29 Januari 2018

Rasul-Rasul Kekasih Allah SWT

A.    Pengertian Nabi dan Rasul
           Iman kepada Rasul berarti meyakini bahwa Rasul itu benar-benar utusan Allah Swt. Yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat.

1.) Nabi : Manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah Swt. Untuk dirinya sendiri dan tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pada umatnya.

2.) Rasul : Manusia pilihan Allah Swt. Yang diangkat sebagai utusan untuk menyampaikan firman-firman-Nya kepada umat.manusia agar dijadikan pedoman hidup.

Sedangkan menurut Ibnu Abil ‘Izz al Hanafi, Perbedaan antara nabi dan rasu adalah bahwa orang yang diberikan perintah (wahyu) dari Allah SWT, jika dia diperintahkan untuk menyampaikannya kepada orang lain maka dia disebut sebagai seorang Nabi dan Rasul sedangkan jika dia tidak diperintahkan untuk menyampaikan kepada orang lain maka dia adalah seorang Nabi dan Bukan seorang Rasul. Karena setiap rasul merupakan nabi namun tidak setiap nabi merupakan seorang rasul. (Syarh ath Thahawiyah fii ‘Aqidah as Salaf hal 296)
Sedangkan menurut Syeikh ‘Athiyah Saqar, nabi merupakan seorang manusia yang diberikan wahyu oleh Allah SWT kepadanya untuk diamalkan akan tetapi dia tidak diperintahkan untuk menyampaikannya (menyebarkannya). Sedangkan Rasul merupakan seorang manusia yang diberikan wahyu oleh Allah SWT untuk diamalkan / dilakukan dan dia juga diperintahkan untuk menyampaikannya  kepada segenap umatnya. Seorang rasul merupakan nabi namun tidak semua nabi merupakan seorang rasul. berikut ayat yang menggambarkan sifat kenabian dan kerasulan (dalam diri Muhammad SAW):

Ù…َّا Ùƒَانَ Ù…ُØ­َÙ…َّدٌ Ø£َبَا Ø£َØ­َدٍ Ù…ِّÙ† رِّجَالِÙƒُÙ…ْ ÙˆَÙ„َÙƒِÙ† رَّسُولَ اللَّÙ‡ِ ÙˆَØ®َاتَÙ…َ النَّبِÙŠِّينَ ÙˆَÙƒَانَ اللَّÙ‡ُ بِÙƒُÙ„ِّ Ø´َÙŠْØ¡ٍ عَÙ„ِيمًا
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab : 40)
ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا النَّبِÙŠُّ Ø¥ِÙ†َّا Ø£َرْسَÙ„ْÙ†َاكَ Ø´َاهِدًا ÙˆَÙ…ُبَØ´ِّرًا ÙˆَÙ†َذِيرًا
. “Hai nabi, Sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan.” (QS. Al Ahzab : 45)

               B.     Sifat Rasul-Rasul Allah Swt.
Rasul sebagai utusan Allah Swt. memiliki sifat-sifat yang melekat pada dirinya. Sifat-sifat ini sebagai bentuk kebenaran seorang rasul. Sifat-sifat tersebut adalah sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz.
1. Sifat Wajib
Sifat wajib artinya sifat yang pasti ada pada rasul. Tidak bisa disebut seorang rasul jika tidak memiliki sifat-sifat ini. Sifat wajib ini ada 4, yaitu seperti berikut.
  1. Sidik
       Rasul Allah haruslah wajib memiliki sifat ini, sidik dalam artian bahasa arab adalah jujur dan       benar. Tidak mungkin dan Mustahil rasul Allah bersifat Kizib.
       Kizib dalam artian bahasa arab adalah bohon dan dusta. Para rasul Allah pasti bersifat sidik, baik secara perkataan maupun perbuatan. Karena sifat ini lah ajaran yang di bawah para rasul dapat di terima dan di ikuti oleh umat manusia.
  1. Amanah
       Rasul Allah wajib mempunyai sifat ini, amanah yang berartikan Jujur (dapat di percaya), mustahil rasul Allah memiliki sifat khianat yang berarti tidak dapat di percaya.
Para rasul Allah pasti dapat menjaga amanah yang di berikan Allah SWT.
  1. Tabligh
       Rasul juga wajib bersifat tablig yang artinya menyampaikan dan mustahil rasul Allah bersifat kitman yang artinya menyembunyikan.
Para rasul Allah senantiasa menyampaikan segala ajaran dan wahyu Allah SWT.
  1. Fatanah
      Semua rasul wajib bersifat fatanah yang artinya cerdas, mustahil rasul Allah SWT bersifat baladah yang artinya bodoh, jika rasul Allah bodoh tidak mungkin bisa membimbing umatnya.
Berikut penjelasan video tentang sifat wajib Rasulullah >>klik disni teman-teman<<
2. Sifat Mustahil
Sifat mustahil bagi Nabi Dan Rasul adalah sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh para Nabi dan Rasul utusan Tuhan. Sifat-sifat tersebut adalah :

1. Kidzib

    Mempunyai arti bohong atau dusta, Sifat ini merupakan sifat yang tidak mungkin di miliki oleh para nabi dan rosul karena mereka senantiasa dijaga oleh Allah SWT. Sifat ini merupakan kebalikan dari sifat amanah.


2. Khianat

     Artinya tidak dapat dipercaya, Mustahil bagi para nabi dan rosul memiliki sifat khinat karena mereka adalah utusan Allah yang terjaga guna menyampaikan wahyu Allah kepada umatnya. Jadi sangat mustahil atau tidak mungkin mereka memiliki sifat ini. Sifat ini merupakan kebalikan dari sifat amanah.


3. Kitman

     Kitman mempunyai arti menyembunyikan wahyu, Seperti telas dijelaskan diatas nabi dan rosul merupakan manusia pilihan Allah SWT untuk menyampaikan risalah kepada umat mereka jadi sangat tidak mungkin mereka memiliki sifat menyembunyikan wahyu. Sifat ini merupakan kebalikan dari sifat tabligh.


4. Jahlun/baladah

     Jahlun mempunyai arti bodoh, Para Nabi dan Rasul Allah merupakan manusia pintar yang dipilih oleh Allah SWT untuk menyampaikan agama-Nya kepada manusia dan melakukan berbagai tindakan kebaikan agar mereka bisa menjadi suri tauladan bagi umatnya. Sehingga sangat tidak mungkin mereka mempunyai sifat jahlun atau bodoh.

     Setelah kita mengetahui apa saja sifat wajib dan sifat mustahil para nabi dan rosul kita dapat membandingkan kedua sifat tersebut sebagai berikut.


Berikut Penjelasan video tentang sifat mustahil Rasulullah >>klik disini teman-teman<<

Siddiq kebalikan dari Kidzib
Amanah kebalikan dari Khianat
Tabligh kebalikan dari Kitman
Fathanah kebalikan dari Jahlun

              C. Sifat Jaiz Seorang Nabi dan Rasul


     Para Nabi dan Rosul utusan Allah SWT juga mempunyai satu sifat yang disebut dengan sifat jaiz, Sifat jaiz bagi nabi dan rosul ada satu yaitu A’radhul Basyariyah yang mempunyai arti mereka juga mmpunyai sifat seperti manusia pada umumnya yaitu minum, makan, sakit, tidur dan lain lain.
Di dalam Al-Qur’an disebutkan ada beberapa Nabi, yang pertama yaitu Nabi Adam as dan yang terakhir adalah Nabi Muhammad SAW. Dan Nabi Muhammad adalah Nabi serta Rasul yang ditugaskan untuk menyampaikan Islam kepada umat manusia di zamannya hingga hari kiamat nanti.

     Demikian tadi uraian lengkap mengenai sifat wajib dan sifat mustahil serta sifat jaiz bagi para Nabi dan Rosul lengkap dengan arti dan penjelasannya, semoga bermanfaat bagi pembaca semua termasuk diri saya pribadi.



Dikutip dari :
Anonim.2018.  https://gurumurid.com/sifat-sifat-rasul-allah/
Anonim.2018. https://www.kopi-ireng.com/2016/08/4-sifat-wajib-dan-mustahil-bagi-nabi.html
Anonim.2018. http://evomuslim.blogspot.co.id/2016/06/materi-pembelajaran-tentang-rasulrasul.html

KEMENDIGBUD. 2017. “Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti”. Jakarta. Intan Pariwara

Artikel ini disusun oleh : Anjas Bagus Pratomo (05) & Mahfudz Dwi Cahyo (22)
Share:

Jumat, 12 Januari 2018

ICE BREAKING


Ice Breaking" terdiri dari dua kata Bahasa Inggris yang memiliki makna adalah “memecah es”. Istilah tersebut sering dipakai didalam training/pelatihan dengan maksud antara lain ialah menghilangkan kebekuan-kebekuan yang ada di antara di setiap peserta latihan, sehingga mereka bisa saling mengenal, dan mengerti dan bisa untuk saling berinteraksi secara baik antara yang satu dengan dan lainnya.

Berdasarkan dari The Encyclopedia of Ice Breaker (1976), dikatakan bahwa bentuk dari ice breakers itu terdapat sangat beragam, dimulai dari sebuah teka-teki, sebuah humor lucu, sebuah yel-yel, sebuah gerakan rubuh, dan sampai ke permainan.
Ice Breaking berguna untuk menyegarkan suasana belajar, menghilangkan kejenuhan dan rasa kantuk. Berikut ini adalah kumpulan beberapa ice breaking yang dapat diterapkan di lingkungan kelas :

Jika - Maka

  • Bagikan kertas kosong kepada seluruh peserta
  • Bagilah peserta menjadi dua kelompok
  • Kelompok pertama, anda beri nama “Kelompok Jika”, kelompok dua anda beri nama “Kelompok Maka"
  • Semua “kelompok jika” diminta menulis kata-kata yang berawalan jika
  • Semua “kelompok maka” diminta menulis kata-kata yang berawalan maka
  • Batasi waktu menulis, 2 – 3 menit
  • Memulai permainan ice breaker
  • Minta 1 orang secara suka rela dari “kelompok jika”, dan 1 orang dari “kelompok maka”, masing-masing diminta berdiri dan bersiap-siap membaca dengan lantang
  • Anda memberitahu kepada peserta: “Jika saya bilang BACA!, maka seorang yang ditunjuk dari “kelompok jika” membaca tulisannya, kemudian langsung disusul oleh seorang yang ditunjuk dari “kelompok maka”
  • Katakan juga, untuk permainan ini ada hadiahnya bagi pasangan yang cocok (Kalimat “jika – maka”nya selaras).
  • Jika sudah siap, maka anda bilang “BACA!”
  • Ulangi lagi mencari sepasang peserta lainnya sampai selesai atau sampai anda anggap cukup
  • Catatan
  • Ice breaker game ini akan mengundang gelak tawa karena pernyataan “jika – maka” yang dibaca peserta kemungkinan besar tidak nyambung. Misalnya: Jika saya pilek, Maka Simbok minta naik gaji …
  • Nah, kalau ada yang “jika – maka”nya nyambung, anda perlu memberi hadiah biar acara lebih semarak. Dengan adanya hadiah, maka setiap peserta akan saling menawarkan diri agar diberi kesempatan untuk membaca tulisannya.
Perkenalan Optimis

  • Buatlah lingkaran. Peserta diminta untuk mengambil 2 lembar kertas A4. kertas tersebut di tempel di punggung teman di sebelah kanannya. Setiap peserta membawa satu spidol. Tanyakan pada teman yang ada di sebelah kanan tersebut tentang nama panggilannya. Tulislah menurun nama panggilan tersebut di kertas yang tertempel di punggung si pemilik nama (teman yang ada di kanan). 
  • Lakukanlah permainan angin bertiup untuk mengacak peserta. Sebelumnya, fasilitator menyiapkan tempat-tempat hinggap dari masing-masing peserta. Katakan “angin bertiup ke arah orang yang memakai kacamata”. Lakukan sampai teracak.
  • Minta peserta untuk mengamati satu sama lain selama proses berlangsung. Lakukan 1 menit. Kemudian, peserta secara acak menuliskan kesan yang ada pada TEMAN BARU-nya dengan cara menuliskan kesan tersebut sesuai nama yang tertempel di punggung. Fasilitator menyiapkan contoh isian kertas. Contohnya:
  • B = Baik, U = Udik, D = Diam dan pemalu, I = Idaman
  • Minta peserta untuk membuat sekreatif mungkin.
  • Setelah itu menulis di punggung masing-masing orang, kembali ke lingkaran. Fasilitator menerangkan tentang Inbound. Inbound adalah cara melihat ke dalam diri sendiri, kita berkenalan dengan diri sendiri.
  • Bagikan kertas kepada peserta untuk menuliskan Satu Kata saja yang dapat mewakili karakter dirinya sendiri. Mintalah peserta untuk merenung memikirkan tentang karakter diri atau siapa kita sebenarnya.
  • Setelah selesai, bandingkan dengan kesan oleh orang lain melalui tulisan yang dibuat di punggung. Apakah ada kesamaan? Ajak peserta diskusi selama 2 menit.
  • Setelah melakukan inbound, sekarang minta peserta untuk melihat ke sekeliling di dalam kelas. Melihat semuanya. Tetap berdiri membentuk lingkaran. Tanyakan: “ruangan apa ini?”, “kenapa kita ada di sini?”.
  • Ulangi dua kali pertanyaan ini. tidak ada diskusi pada sesi ini. pertanyaan tidak perlu dijawab secara verbal, cukup dalam hati masing-masing.
  • Kemudian, tanyakan lagi: “apakah anda semua memiliki optimisme terhadap apa yang akan kita lakukan ini?” “seberapa besar optimisme itu?” (gunakan skala 10 untuk mengukur optimisme ini).
  • apa yang anda harapkan dari forum ini?”
  • Minta peserta untuk merenung 1 menit, kemudian bagikan  kertas HVS dan spidol dan mintalah mereka menulis tentang apa yang dipikirkan tersebut. Tulis dengan huruf kapital dan berukuran besar. Terangkan juga untuk menggunakan peraturan “menulis harus huruf kapital. Tidak boleh lebih dari 7 kata. Gunakan SPOK.
  • Tulis dengan ukuran yang besar yang bisa dibaca dari arah mana saja dalam ruangan”. Tempel kertas-kertas yang sudah ditulis dan bacalah bersama.
Mencari benda berharga

  • Mintalah peserta untuk berdiri dan membentuk lingkaran. Instruksikan peserta untuk memikirkan benda apa yang paling berharga yang ada pada dirinya. Ajak semua peserta untuk meyakini bahwa yang dimilikinya tersebut adalah benda yang paling berharga dan harus dilindungi sebisa mungkin. Jangan biarkan peserta lainnya tahu tentan benda berharga kita itu, rahasiakan. Cukup kita sendiri yang tahu. Setelah itu, para peserta diminta untuk memikirkan di mana tempat untuk menyembunyikan benda berharga tersebut. Setelah ada ide tempat menyembunyikan langsung dengan cepat sembunyikan dan jaga hanya kita saja yang tahu tempat persembunyian itu. Semuanya rahasia. Bebaskan peserta untuk menyembunyikan barang berharga tersebut di mana saja asal tersembunyi.
  • Kemudian, minta peserta untuk berkumpul kembali. Fasilitator kemudian membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 4 – 5 orang. Setelah kelompok terbentuk, minta mereka untuk membentuk lingkaran kecil namun masing-masing orang menghadap keluar, sehingga saling memunggungi. Lalu, minta mereka untuk saling menyilangkan tangannya satu sama lain. Silangan tangan harus kuat, tidak mudah lepas.
  • Ada aturan dalam permainan itu, tidak boleh berkomunikasi dalam bentuk apapun. Semua orang harus menutup mulutnya rapat-rapat. Setelah mereka mengerti aturan ini, mintalah masing-masing kelompok kecil yang ada untuk berlomba. Lombanya adalah adu kecepatan mengumpulkan barang-barang berharga yang disembunyikan oleh masing-masing orang yang berada di masing-masing kelompok. Barang-barang yang disembunyikan tersebut tidak boleh diambil dengan tangan, karena tangan harus terus berpegangan, bersilangan, satu sama lain. Lingkaran harus tetap kuat. Terserah peserta untuk mengambil barang berharga miliknya dengan menggunakan apa saja.
  • Akan terjadi tarik menarik dan gerak tidak tidak terkoordinasi antar peserta yang ada di kelompok-kelompok. Mereka tidak berkomunikasi menyebabkan mereka harus mencari jalan lain untuk berkoordinasi agar menjadi tercepat dalam mengumpulkan barang. Barang yang tidak boleh diambil dengan tangan juga memaksa peserta untuk bekerjasama satu dengan yang lain.
  • Pelajaran dari permainan ini adalah, pertama, komunikasi sangat penting untuk membangun koordinasi yang kuat. Kedua, kerjasama harus diutamakan karena mengambil barang tanpa tangan bukanlah hal yang mudah.
Strip Seven

  • Teknis permainan adalah sebagai berikut: 
  • Peserta membentuk sebuah lingkaran.- Satu peserta ditunjuk secara acak untuk memulai berhitung mulai dari angka 1 kemudian diikuti temannya searah jarum jam. 
  • Sampai pada hitungan ke 7, peserta tidak boleh mengucapkan 7 tetapi diganti dengan tepuk tangan oleh peserta yang bersangkutan. 
  • Setelah tepuk tangan kemudian dimulai lagi dari angka 1, 2, 3 dan seterusnya. 
  • Pengucapan angka-angka tersebut semakin lama harus semakin cepat. Penalti diberikan jika: terlambat bersuara, mengucapkan kata yang dilarang (angka 7), bertepuk tangan pada angka biasa dan salah mengucapkan urutan angka. 
  • Jika sudah mahir maka tingkat kesulitan ditambah secara bertahap misalkan berhitung untuk mencapai angka 30 dengan syarat kelipatan 7 yaitu 7, 14, 21 dan 28 tidak boleh diucapkan tapi harus diganti dengan tepuk tangan.
  • berikutnya tingkat kesulitan ditingkatkan dengan ditambah syarat kelipatan tujuh dan yang ada angka 7 nya yaitu 7, 17, 27 tidak boleh diucapkan tapi diganti dengan tepuk tangan. 
  • Terakhir arah putaran berhitung menjadi berlawanan dengan arah jarum jam.- Selanjutnya fasilitator menggali pelajaran dari permaian tadi dari peserta.
Siapa Dia?

  • Langkah-langkah dalam Ice Breaker Games ini:
  • Minta semua peserta untuk berdiri dan membentuk lingkaran
  • Minta seorang peserta untuk memperkenalkan nama dan satu hal lain mengenai dirinya dalam bentuk satu kalimat pendek (menyebut, hobi, atau tempat tinggal,), misal: Nama saya Retno, hobi baca buku.
  • Mintalah peserta kedua untuk mengulang kalimat peserta pertama, baru kemudian memperkenalkan dirinya sendiri, misal : teman saya Retno, hobi baca buku, saya Rahnat, hobi main catur.
  • Peserta ketiga harus mengulang kalimat 2 peserta sebelumnya sebelum memperkenalkan diri, demikian seterusnya sampai seluruh peserta memperoleh gilirannya.
  • Apabila peserta tidak dapat mengingat nama dan apa yang dikatakan 2 peserta lainnya, maka ia harus menanyakan langsung pada yang bersangkutan: ‘siapa nama Anda?’ atau ‘siapa nama Anda dan apa hobi Anda?’
Kisah Angka-angka

  • Permainan ini dipakai agar peserta mengenal satu sama lain dengan cara santai dan menghapuskan kekakuan.
  • Langkah-langkah dalam Ice Breaker Games ini: 
  • Mintalah seluruh peserta berhitung dari nomor 1 dan seterusnya sampai selesai (habis)
  • Minta setiap peserta mengingat nomor urutnya masing-masing dengan baik, jika perlu lakukan pengujian dengan menyebut secara acak beberapa angka dan minta peserta yang disebut nomornya untuk menyahut ‘ya’!, atau tunjuk beberapa orang peserta secara acak dan tanyakan ia nomor urut berapa.
  • Tegaskan sekali lagi apakah mereka benar – benar mengingat nomor urutnya masing – masing.
  • Setelah yakin, jelaskan bahwa Anda akan menyampaikan suatu berita atau suatu cerita tertentu di mana dalam sepanjang cerita itu akan disebut sejumlah angka – angka. Peserta yang disebut angka atau nomor urutnya diminta segera berdiri dan langsung meneriakkan namanya keras – keras kepada seluruh peserta lain. Jika terlambat 3 detik, peserta dikenakan hukuman ramai – ramai oleh peserta lain.
  • Tanyakan kepada peserta apakah mereka paham peraturan tersebut?, jika perlu ulangi sekali lagi dan berikan contoh.
  • Mulai bercerita, misalnya : saudara – saudara, latihan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lima bulan yang lalu, tapi karena beberapa hal, barulah tiga bulan yang lalu ada kejelasan dan kemudian dipersiapkan oleh delapan orang panitia ……….. dst. Atau cerita lain yang Anda karang sendiri pada saat itu ( yang penting, dalam cerita itu ada disebutkan angka – angka nomor urut peserta setiap satu kalimat atau setiap selang satu menit ).
  • Lakukan sampai separuh peserta tersebut nomornya atau seluruhnya (bergantung kepada kecepatan Anda dan peserta dan sesuai dengan waktu yang tersedia)
  • Lakukan diskusi dengan peserta tentang apa makna permainan ini dan dapat digunakan untuk apa saja dalam kegiatan latihan, termasuk perasaan – perasaan peserta sendiri.
  • Simpulkan
Mencari Jodoh

  • Langkah-langkah dalam Ice Breaker Games ini  : 
  • Buatlah kalimat pendek yang berhubungan dengan materi pelajaran yang akan diberikan , misal : Bersama Membangun Kepedulian. Kalimat yang dibuat sebanyak setengah dari jumlah peserta, kalau peserta 20 orang, harus disediakan 10 kalimat.
  • Pecahlah kalimat tersebut ke dalam dua bagian dan ditulis di kertas, satu kertas berisi kalimat “Bersama Membangun” dan satu kertas berisi kata “Kepedulian”.
  • Gulunglah kedua kertas yang berisi tulisan tadi.
  • Bagikan kertas – kertas tergulung yang sudah disiapkan sebanyak jumlah peserta (apabila peserta ganjil, satu orang berpasangan dengan pemandu sendiri 
  • Minta peserta untuk membuka gulungan kertas masing – masing dan membaca isinya yaitu sepotong kalimat yang belum lengkap.
  • Minta peserta untuk mencari pasangannya masing – masing agar kalimat itu menjadi lengkap.
  • Minta setiap pasangan berkenalan dan mendiskusikan arti kalimat tersebut.
  • Minta peserta berkumpul lagi dan meminta setiap pasangan memperkenalkan pasangannya dan menyampaikan arti kalimat kepada peserta yang lain.
Berdirilah Jika.... ?

  • Langkah-langkah dalam Ice Breaker Games ini:
  • Minta semua peserta untuk duduk membentuk lingkaran, lalu pemandu berdiri di tengah.
  • Jelaskan kepada peserta bentuk permainannya, yaitu setiap pemandu mengucapkan kalimat, peserta mengucapkan kalimat, peserta diminta berdiri apabila kalimat itu sesuai dengan dirinya; misal : “ Keluarga saya adalah keluarga pedagang….. “; “ Saya seorang perempuan yang berani bicara di depan publik……. “ dsb.
  • Ucapkan kalimat – kalimat yang relevan dengan keadaan peserta (jangan sampai ada peserta yang tidak pernah berdiri), contoh – contoh kalimat misalnya :
  • *Saya adalah petugas lapangan
  • *Saya lahir di pedesaan
  • *Saya lahir di kota besar
  • *Saya memiliki hobby membaca, dsb
  • Setelah selesai, minta seluruh peserta untuk memperkenalkan nama, asal, dan hal lain yang berkenaan dengan dirinya secara singkat.
  • Game untuk menghangatkan, kerjasama dan komunikasi
  • Dalam pendampingan terhadap kelompok belajar di tengah masyarakat atau siswa, kita sudah biasa menganggap bahwa masyarakat atau siswa hanyalah penerima informasi, dan bukan pemberi atau sumber informasi. Mengubah kebiasaan atau cara pandang yang sudah lama kita miliki, merupakan hal sulit. Kita biasanya selalu menggunakan kacamata kita. Kita menggunakan bahasa, simbol, gambar, informasi dan teknologi yang berasal dari ‘kebudayaan’ kita. Kita tidak memperhatikan apa kesulitan yang dialami masyarakat atau siswa untuk menerima hal–hal yang tidak biasa bagi mereka. Sebenarnya, program yang kita kembangkan perlu dinilai menurut kacamata masyarakat atau siswa, berdasarkan apa yang mereka butuhkan, dengan cara yang mudah diterima mereka.
Memahat Patung  

  • Permainan ini bisa dipakai untuk menyadarkan peserta bahwa manusia tidak bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain.
  • Langkah – langkah dalam Ice Breaker Games ini: 
  • Minta beberapa orang peserta untuk tampil ke depan;
  • Minta satu orang untuk menjadi pemahat patung, satu orang lainnya menjadi patung itu sendiri.
  • Minta pemahat patung untuk mulai bekerja menjadikan patung itu sesuai dengan keinginannya dengan cara membimbing posisi kepala, kaki, tangan, tubuh patungnya (misal : tangan kanan ke atas, tangan kiri memegang kepala, lutut kanan bertumpu di lantai, kepala belok ke kiri, dsb)
  • Minta patung untuk menuruti semua posisi yang diminta oleh pemahat (selama proses, pemahat dan patung tidak boleh saling berbicara)
  • Setelah selesai, ajukan pertanyaan kepada para pemahat : Apakah menyenagkan membuat patung sesuai keinginannya sendiri ?
  • Ajukan juga pertanyaan kepada para pemahat : Apakah menyenagkan untuk dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain ?
  • Kemudian diskusikan bersama peserta : Apakah manusia bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain ? Apakah anak – anak bisa ? Apakah orang dewasa bisa ? Bagaimana tanggapan peserta tentang permainan ini ?
Memasukan spidol ke botol

  • Langkah–langkah dalam Ice Breaker Games ini:
  • Jelaskan kepada peserta bahwa sebelum membahas modul, akan dimulai dengan permainan memasukkan pensil ke dalam botol. Sebelum permainan dimulai siapkan terlebih dahulu sebuah botol yang bisa dimasuki pensil. Sebuah pensil yang diikat oleh 4 utas tali rapia, dengan panjang masing – masing 2 meter. Tali rapia tersebut harus bisa ditarik ke empat arah yang berbeda.
  • Mintalah 8 orang peserta sebagai sukarelawan, sedangkan peserta lain menjadi pengamat
  • Tugaskan 8 orang peserta tersebut untuk berpasangan (menjadi 4 pasang), pasangan – pasangan tersebut berdiri membentuk lingkaran dimana di tengah – tengah lingkaran diletakkan sebuah botol. Salah seorang dari setiap pasangan ditutup matanya dan bertugas untuk memegang tali rapia yang mengikat pensil. Pasangan yang tidak ditutup matanya, berdiri di belakang yang ditutup matanya dan memberikan perintah (aba – aba) untuk memasukkan pensil tersebut ke dalam botol.
  • Apabila peserta belum berhasil memasukkan pensil ke dalam botol, mintalah mereka untuk mencoba beberapa kali sampai berhasil.
  • Setelah selesai permainan, tanyakan kepada peserta :
  • * Mengapa mereka memilih pasangannya masing – masing?
  • * Cukup mudahkah atau susah untuk memasukkan pensil ke dalam botol?
  • * Kalau mudah apa saja faktor yang mempengaruhi hal tersebut menjadi mudah?
  • * Apabila susah, apa saja yang membuat hal tersebut menjadi susah?
  • * Apa yang dirasakan oleh pasangan yang matanya ditutup?
  • * Adakah interaksi atau komunikasi antara pasangan yang satu dengan pasangan yang lain?
  • * Tanyakan kepada para pengamat, apa yang mereka amati selama proses permainan berlangsung?
  • Dari pertanyaan tersebut temukan kata kunci dari peserta : untuk dapat berhasil memasukkan pensil ke dalam botol, memerlukan kerjasama di antara mereka, tanpa kerjasama akan sulit untuk mencapai tujuan bersama.- Bahas bersama peserta faktor–faktor yang bisa mempengaruhi dan menghambat kerjasama.
Badai berhembus (The Great Wind Blows)

  • Strategi ini merupakan icebreaker yang dibuat cepat yang membuat para peserta latihan bergerak tertawa. Strategi tersebut merupakan cara membangun team yang baik dan menjadikan para peserta lebih mengenal satu sama lain.
  • Langkah-langkah dalam Ice Breaker Games ini:
  • Aturlah kursi –kursi ke dalam sebuah lingkaran. Mintalah peserta untuk duduk di kursi yang telah disediakan.
  • Jelaskan kepada peserta aturan permainan, untuk putaran pertama pemandu akan bertindak sebagai angin.
  • Pemandu sebagai angin akan mengatakan ‘ angin berhembus kepada yang memakai – misal : kacamata’ (apabila ada beberapa peserta memakai kacamata).
  • Peserta yang memakai kacamata harus berpindah tempat duduk, pemadu sebagai angin ikut berebut kursi.
  • Akan ada satu orang peserta yang tadi berebut kursi, tidak kebagian tempat duduk. Orang inilah yang menggantikan pemandu sebagai angin.
  • Lakukan putaran kedua, dan seterusnya. Setiap putaran yang bertindak sebagai angin harus mengatakan ‘angin berhembus kepada yang …………. (sesuai dengan karakteristik peserta, misal : baju biru, sepatu hitam, dsb)

Bercermin

  • Langkah–langkah dalam Ice Breaker Games ini  : 
  • Minta setiap peserta untuk berpasangan, 1 orang menjadi bayangan di cermin dan 1 orang menjadi seseorang yang sedang berdandan di depan cermin.
  • Bayangan harus mengikuti gerak – gerik orang yang berdandan.
  • Keduanya harus bekerja sama agar bisa bergerak secara kompak dengan kecepatan yang sama.
  • Minta peserta untuk mendiskusikan apa pesan dalam permainan ini.

Sumber :




Share: