Senin, 29 Januari 2018

Rasul-Rasul Kekasih Allah SWT

A.    Pengertian Nabi dan Rasul
           Iman kepada Rasul berarti meyakini bahwa Rasul itu benar-benar utusan Allah Swt. Yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat.

1.) Nabi : Manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah Swt. Untuk dirinya sendiri dan tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pada umatnya.

2.) Rasul : Manusia pilihan Allah Swt. Yang diangkat sebagai utusan untuk menyampaikan firman-firman-Nya kepada umat.manusia agar dijadikan pedoman hidup.

Sedangkan menurut Ibnu Abil ‘Izz al Hanafi, Perbedaan antara nabi dan rasu adalah bahwa orang yang diberikan perintah (wahyu) dari Allah SWT, jika dia diperintahkan untuk menyampaikannya kepada orang lain maka dia disebut sebagai seorang Nabi dan Rasul sedangkan jika dia tidak diperintahkan untuk menyampaikan kepada orang lain maka dia adalah seorang Nabi dan Bukan seorang Rasul. Karena setiap rasul merupakan nabi namun tidak setiap nabi merupakan seorang rasul. (Syarh ath Thahawiyah fii ‘Aqidah as Salaf hal 296)
Sedangkan menurut Syeikh ‘Athiyah Saqar, nabi merupakan seorang manusia yang diberikan wahyu oleh Allah SWT kepadanya untuk diamalkan akan tetapi dia tidak diperintahkan untuk menyampaikannya (menyebarkannya). Sedangkan Rasul merupakan seorang manusia yang diberikan wahyu oleh Allah SWT untuk diamalkan / dilakukan dan dia juga diperintahkan untuk menyampaikannya  kepada segenap umatnya. Seorang rasul merupakan nabi namun tidak semua nabi merupakan seorang rasul. berikut ayat yang menggambarkan sifat kenabian dan kerasulan (dalam diri Muhammad SAW):

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab : 40)
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
. “Hai nabi, Sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan.” (QS. Al Ahzab : 45)

               B.     Sifat Rasul-Rasul Allah Swt.
Rasul sebagai utusan Allah Swt. memiliki sifat-sifat yang melekat pada dirinya. Sifat-sifat ini sebagai bentuk kebenaran seorang rasul. Sifat-sifat tersebut adalah sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz.
1. Sifat Wajib
Sifat wajib artinya sifat yang pasti ada pada rasul. Tidak bisa disebut seorang rasul jika tidak memiliki sifat-sifat ini. Sifat wajib ini ada 4, yaitu seperti berikut.
  1. Sidik
       Rasul Allah haruslah wajib memiliki sifat ini, sidik dalam artian bahasa arab adalah jujur dan       benar. Tidak mungkin dan Mustahil rasul Allah bersifat Kizib.
       Kizib dalam artian bahasa arab adalah bohon dan dusta. Para rasul Allah pasti bersifat sidik, baik secara perkataan maupun perbuatan. Karena sifat ini lah ajaran yang di bawah para rasul dapat di terima dan di ikuti oleh umat manusia.
  1. Amanah
       Rasul Allah wajib mempunyai sifat ini, amanah yang berartikan Jujur (dapat di percaya), mustahil rasul Allah memiliki sifat khianat yang berarti tidak dapat di percaya.
Para rasul Allah pasti dapat menjaga amanah yang di berikan Allah SWT.
  1. Tabligh
       Rasul juga wajib bersifat tablig yang artinya menyampaikan dan mustahil rasul Allah bersifat kitman yang artinya menyembunyikan.
Para rasul Allah senantiasa menyampaikan segala ajaran dan wahyu Allah SWT.
  1. Fatanah
      Semua rasul wajib bersifat fatanah yang artinya cerdas, mustahil rasul Allah SWT bersifat baladah yang artinya bodoh, jika rasul Allah bodoh tidak mungkin bisa membimbing umatnya.
Berikut penjelasan video tentang sifat wajib Rasulullah >>klik disni teman-teman<<
2. Sifat Mustahil
Sifat mustahil bagi Nabi Dan Rasul adalah sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh para Nabi dan Rasul utusan Tuhan. Sifat-sifat tersebut adalah :

1. Kidzib

    Mempunyai arti bohong atau dusta, Sifat ini merupakan sifat yang tidak mungkin di miliki oleh para nabi dan rosul karena mereka senantiasa dijaga oleh Allah SWT. Sifat ini merupakan kebalikan dari sifat amanah.


2. Khianat

     Artinya tidak dapat dipercaya, Mustahil bagi para nabi dan rosul memiliki sifat khinat karena mereka adalah utusan Allah yang terjaga guna menyampaikan wahyu Allah kepada umatnya. Jadi sangat mustahil atau tidak mungkin mereka memiliki sifat ini. Sifat ini merupakan kebalikan dari sifat amanah.


3. Kitman

     Kitman mempunyai arti menyembunyikan wahyu, Seperti telas dijelaskan diatas nabi dan rosul merupakan manusia pilihan Allah SWT untuk menyampaikan risalah kepada umat mereka jadi sangat tidak mungkin mereka memiliki sifat menyembunyikan wahyu. Sifat ini merupakan kebalikan dari sifat tabligh.


4. Jahlun/baladah

     Jahlun mempunyai arti bodoh, Para Nabi dan Rasul Allah merupakan manusia pintar yang dipilih oleh Allah SWT untuk menyampaikan agama-Nya kepada manusia dan melakukan berbagai tindakan kebaikan agar mereka bisa menjadi suri tauladan bagi umatnya. Sehingga sangat tidak mungkin mereka mempunyai sifat jahlun atau bodoh.

     Setelah kita mengetahui apa saja sifat wajib dan sifat mustahil para nabi dan rosul kita dapat membandingkan kedua sifat tersebut sebagai berikut.


Berikut Penjelasan video tentang sifat mustahil Rasulullah >>klik disini teman-teman<<

Siddiq kebalikan dari Kidzib
Amanah kebalikan dari Khianat
Tabligh kebalikan dari Kitman
Fathanah kebalikan dari Jahlun

              C. Sifat Jaiz Seorang Nabi dan Rasul


     Para Nabi dan Rosul utusan Allah SWT juga mempunyai satu sifat yang disebut dengan sifat jaiz, Sifat jaiz bagi nabi dan rosul ada satu yaitu A’radhul Basyariyah yang mempunyai arti mereka juga mmpunyai sifat seperti manusia pada umumnya yaitu minum, makan, sakit, tidur dan lain lain.
Di dalam Al-Qur’an disebutkan ada beberapa Nabi, yang pertama yaitu Nabi Adam as dan yang terakhir adalah Nabi Muhammad SAW. Dan Nabi Muhammad adalah Nabi serta Rasul yang ditugaskan untuk menyampaikan Islam kepada umat manusia di zamannya hingga hari kiamat nanti.

     Demikian tadi uraian lengkap mengenai sifat wajib dan sifat mustahil serta sifat jaiz bagi para Nabi dan Rosul lengkap dengan arti dan penjelasannya, semoga bermanfaat bagi pembaca semua termasuk diri saya pribadi.



Dikutip dari :
Anonim.2018.  https://gurumurid.com/sifat-sifat-rasul-allah/
Anonim.2018. https://www.kopi-ireng.com/2016/08/4-sifat-wajib-dan-mustahil-bagi-nabi.html
Anonim.2018. http://evomuslim.blogspot.co.id/2016/06/materi-pembelajaran-tentang-rasulrasul.html

KEMENDIGBUD. 2017. “Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti”. Jakarta. Intan Pariwara

Artikel ini disusun oleh : Anjas Bagus Pratomo (05) & Mahfudz Dwi Cahyo (22)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar